Jogja Resik-Resik Sampah

Gerakan Jogja Resik-Resik Sampah: Pelajar Kota Yogyakarta Diajak Jaga Lingkungan

Upaya mengatasi persoalan sampah di Kota Yogyakarta kini makin menekankan peran sekolah. Melalui gerakan Jogja Resik-Resik Sampah, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta mengajak pelajar turun langsung ke ruang publik—bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kebiasaan baru: mengelola sampah sejak dari sumbernya. Dalam salah satu pelaksanaan gerakan ini, Disdikpora mengerahkan sekitar 500 pelajar di kawasan Simpang Empat Jetis untuk aksi bersih-bersih area publik, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan ekspresi pelajar.

Gerakan ini menegaskan pesan penting: isu sampah bukan semata urusan petugas kebersihan atau pemerintah kota, melainkan tanggung jawab bersama—dan sekolah dipilih sebagai titik awal karena kebiasaan hidup bersih paling efektif dibentuk sejak dini.

Dari sekolah ke ruang publik: pelajar turun ke jalan dan sungai

Yang membuat “Jogja Resik-Resik Sampah” berbeda dari kerja bakti biasa adalah lokasinya yang tidak terbatas pada halaman sekolah. Ratusan pelajar dilibatkan untuk membersihkan jalan, titik keramaian, hingga aliran sungai di area Jetis.
Pendekatan ini punya dua dampak sekaligus. Pertama, aksi bersih-bersih memberi dampak visual yang cepat: area publik menjadi lebih rapi, saluran air lebih lancar, dan sampah liar berkurang. Kedua, ada dampak pendidikan yang lebih besar: pelajar belajar melihat “siklus sampah” dari dekat—dari kebiasaan membuang, menumpuk, lalu berakhir menyumbat drainase atau terbawa arus sungai.

Bagi banyak pelajar, pengalaman semacam ini sering lebih membekas daripada ceramah di kelas. Mereka melihat langsung konsekuensi sampah yang dibiarkan, lalu memahami mengapa perubahan perilaku—sekecil apa pun—punya nilai besar.

Gerakan rutin: serentak setiap Jumat Wage

Gerakan resik-resik ini juga bukan agenda satu kali. Pelaksanaannya dikaitkan dengan program Pemkot yang disebut berjalan rutin setiap Jumat Wage, melibatkan satuan pendidikan dan instansi pemerintah untuk melakukan aksi bersih-bersih secara serentak.
Rutin dan serentak adalah dua kata kunci. “Rutin” membentuk kebiasaan, sedangkan “serentak” menciptakan efek kolektif—ketika seluruh sekolah bergerak pada hari yang sama, dampaknya terasa lebih luas dan muncul rasa kebersamaan: semua ikut menjaga kota, bukan bekerja sendiri-sendiri.

Dalam keterangan di kanal Pemerintah Kota Yogyakarta, gerakan reresik sekolah juga disebut dilakukan setiap Jumat Wage dan dikaitkan dengan dukungan implementasi Gerakan Indonesia ASRI.
Artinya, gerakan ini bukan sekadar program kebersihan internal, tetapi juga bagian dari narasi kebijakan yang lebih besar: membangun kota yang aman, sehat, resik, dan indah melalui perubahan perilaku.

Mengapa sekolah jadi motor gerakan?

Disdikpora menempatkan sekolah sebagai motor penggerak karena sekolah memiliki tiga kekuatan yang jarang dimiliki sektor lain secara bersamaan:

  1. Komunitas besar dan terstruktur
    Sekolah punya ribuan “agen perubahan” (siswa, guru, tenaga kependidikan) yang bisa bergerak terorganisir.
  2. Ruang pembiasaan
    Kebiasaan terbentuk lewat pengulangan. Jika pengelolaan sampah dilakukan berulang, itu akan menjadi budaya sekolah.
  3. Efek domino ke rumah
    Anak yang terbiasa memilah sampah di sekolah akan membawa cerita dan kebiasaan itu ke rumah—mengubah perilaku keluarga secara pelan tapi nyata.

Karena itu, ketika pelajar turun ke jalan, yang dibangun bukan hanya kebersihan sesaat, melainkan “pola pikir” bahwa lingkungan bersih adalah hasil kedisiplinan bersama.

Dari aksi bersih-bersih ke pengelolaan sampah mandiri

Aksi pungut sampah di ruang publik penting, tetapi tujuan yang lebih besar adalah mendorong pengelolaan sampah mandiri di sekolah. Pemberitaan lokal menekankan dorongan agar sekolah mengelola sampah dari sumbernya untuk menekan volume sampah harian, dilakukan melalui gerakan serentak yang melibatkan warga sekolah.

Konsep “mandiri” di sini bisa diterjemahkan sederhana dan realistis, misalnya:

  • Pemilahan sampah di kelas dan kantin (organik, anorganik, residu)
  • Penguatan bank sampah sekolah untuk anorganik bernilai (botol plastik, kertas)
  • Pengurangan plastik sekali pakai lewat aturan kantin sehat dan wadah pakai ulang
  • Komposting sederhana untuk sisa organik (daun, sisa buah) jika memungkinkan

Jika sekolah menjalankan langkah-langkah itu secara konsisten, sampah yang “keluar” dari sekolah akan lebih sedikit dan lebih tertata. Kerja bakti tidak lagi menjadi “pembersihan besar” karena masalahnya sudah dicegah dari awal.

Pendidikan lingkungan yang “mendarat” pada perilaku

Banyak program lingkungan gagal karena berhenti di slogan. Gerakan Jogja Resik-Resik Sampah mencoba membuat pendidikan lingkungan lebih konkret: anak melakukan, bukan hanya mendengar.

Beberapa sekolah mengemasnya sebagai proyek pembelajaran lintas mata pelajaran, misalnya:

  • IPA: dampak sampah terhadap air dan kesehatan
  • IPS: perilaku masyarakat, kebijakan kota, dan ekonomi sirkular
  • Bahasa Indonesia: kampanye dan publikasi literasi lingkungan
  • Seni: poster, mural, atau pementasan bertema lingkungan

Dengan cara ini, resik-resik bukan aktivitas tambahan, melainkan bagian dari pembelajaran yang kontekstual. Anak paham bahwa apa yang dipelajari di sekolah relevan dengan kehidupan kota.

Peran guru dan orang tua: menjaga konsistensi

Agar gerakan tidak berhenti sebagai “event ramai-ramai”, sekolah perlu dukungan konsisten dari guru dan orang tua.

Peran guru bisa berupa:

  • membuat aturan kelas sederhana soal pemilahan sampah,
  • menilai proses (konsistensi dan kerja sama), bukan hanya hasil bersih,
  • mengintegrasikan isu sampah dalam proyek kecil yang menyenangkan.

Peran orang tua bisa berupa:

  • membiasakan bekal tanpa sampah berlebih,
  • menyiapkan botol minum isi ulang,
  • mendukung kebiasaan memilah sampah di rumah agar anak tidak “dua budaya” (rapi di sekolah, berantakan di rumah).

Konsistensi lintas ruang ini yang membuat perubahan perilaku lebih cepat terbentuk.

Dampak jangka panjang: kota bersih, anak berkarakter

Jika gerakan ini berjalan rutin, dampak yang diharapkan bukan hanya berkurangnya sampah di Jetis atau titik lain, tetapi juga:

  • Berkurangnya sampah liar di ruang publik karena warga makin sadar
  • Kesadaran memilah dan mengurangi sampah meningkat di sekolah dan rumah
  • Lingkungan sekolah lebih sehat, yang berpengaruh pada kenyamanan belajar
  • Karakter pelajar terbentuk: disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial

Pada akhirnya, “Jogja Resik-Resik Sampah” adalah investasi karakter sekaligus investasi kota.

Penutup

Melibatkan pelajar dalam gerakan kebersihan kota bukan ide baru, tetapi yang membuat program ini kuat adalah pola rutin, serentak, dan berbasis pembiasaan—ditambah aksi nyata di ruang publik seperti kawasan Jetis dengan sekitar 500 pelajar yang dilibatkan.
Ketika sekolah bergerak bersama, menjaga kebersihan tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan budaya. Dan ketika budaya sudah terbentuk, kota yang resik bukan lagi target yang jauh—melainkan kebiasaan yang hidup setiap hari.

More From Author

Kampus Yogyakarta Gelar Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026, Libatkan 2.500 Mahasiswa dari 15 Program Studi

5 thoughts on “Gerakan Jogja Resik-Resik Sampah: Pelajar Kota Yogyakarta Diajak Jaga Lingkungan

  1. Undeniably believe that that you stated. Your favourite justification seemed to be
    at the internet the easiest factor to remember of.
    I say to you, I certainly get irked even as other people consider concerns that they plainly do not
    know about. You controlled to hit the nail upon the top as smartly as
    defined out the whole thing without having side effect , other folks could take a
    signal. Will likely be again to get more. Thanks

    Feel free to surf to my homepage cumidarat69

  2. Eminent web blog, Eminent feedback that I can take on board.
    Im transferring ahead and might apply to my present
    job as a cat sitter, which could be very enjoyable, however
    I have to additional grow expand. All the Best

  3. You could definitely see your enthusiasm within the work you write.
    The arena hopes for even more passionate writers like you who are not afraid to say how they believe.
    At all times follow your heart.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Support Team


kampusbandung
kampusbanjar
kampusbatam
kampusbekasi
kampusbogor
kampuscirebon
kampusdepok
kampusjakarta
kampusmakassar
kampusmalang
kampusmedan
kampuspalembang
kampussemarang
kampusserang
kampussolo
kampussurabaya
kampussurakarta
kampustasikmalaya
negerikrpl
bandungzoo
tangkasjaya
vitamin33
ilmupolitikumw
teknikmesinumw
fakultaspeternakanumw
fakultasvokasiumw
fakultasfisipmandala
fakultaskeguruanumw
fakultassastraumw
fakultasarsitekturumw
fakultaskomputerumw
fakultasbiologiumw
fakultasfarmasiumw
fakultasekonomiumw
fakultasteknikumw
kehutananumw
administrasiumw
medikaumw
internasionalumw
cyberumw
elektromandala
farmasimandala
pendidikanmandala
kimiaumw
lpmuumw
statistikauumw
arsitekturumw
kedokteranumw
vokasiumw
sainsumw
pertanianumw
engineeringumw
lppmumw
analisumw
elektroumw
medisumw
pascaumw
prodisehatumw
cloudumw
arsipmandala
kepegawaianumw
puncakumw
unggulmandalawaluya
integritasumw
sinergiumw
mandiriumw
wawasanumw
mediatamaumw
infokampusumw
katalisumw
nukarangampel
smknukmpel
smknukrngpl
nahdlatulsmknu
smknkarangampel
smkkaranmpelnu
smknuampel
nusmkkarangampel
smknukrpl
karangampelnu
karangnusmk
abdimandalawaluya
aksesumw
aksimumandalawaluya
aktivisumw
alumniumwkendari
aspirasimandalawaluya
asramamandalawaluya
atletumw
bangunmandalawaluya
beritaumwkendari
bitmandalawaluya
cakrawalamandalawaluya
cendekiamandalawaluya
ceritamandalawaluya
citraumwkendari
cybermandalawaluya
daftarumwkendari
datamandalawaluya
dataumw
eventumw
exploreumw
globalmandalawaluya
hibahumw
hibahumwkendari
identitasmandalawaluya
ilmumandalawaluya
inovasimandalawaluya
inovasiumwkendari
jaringumwkendari
jejaringmandalawaluya
jemariumwkendari
kabarmandalawaluya
karirmandalawaluya
karyamandalawaluya
katalogumw
konselingumwkendari
kreatifmandalawaluya
layananumw
legalmandalawaluya
lpmmandala
mandalawaluyadigital
mandalawaluyahub
mediandalawaluya
mitramandalawaluya
mutumandalawaluya
narasimandalawaluya
ormawamandalawaluya
panduanumw
pelajarumw
penerbitmandalawaluya
portalmandalawaluya
prestaisumw
prodimandalawaluya
pustakamandalawaluya
pustakaumwkendari
ruangmandalawaluya
ruangumw
scimumw
sentramandalawaluya
sentraumw
servermandalawaluya
siberumwkendari
sinergimandalawaluya
smartumwkendari
studyumw
suaramandalawaluya
suaraumw
talentamandalawaluya
techumw
teknoumw
updateumw
virtualumw
visitumw
vokasiumwkendari
wifiumwkendari
homesmkkaplongan
sklkaplongan
kaplongansmk
smkkaplongan
smknu
helpdeskumw
mitraumw
prestasiumw
kolegiumumw
labumw
elearningumw
ejournalumw
galeriumw
repoumw
pmbumw
seminarumw
beasiswaumw
keuanganumw
citraumw
digilibmandala
elearningmandala
globalumw
insanumw
onlineumw
portalmandala
smartumw
sobatumw
analiskesehatanumw
asramauumwkendari
lpmuumwkendari
lppmumwkendari
manajemenmandala
pengabdianumw
beasiswauumw
biomandala
fibumw
fkumw
fpuumw
jurnalilmiahumw
labterpaduumw
lpmlmandala
pascasarjanaumw
pendidikumw
penelitianumw
perikananumw
pustakaumw
sosiologimandala
uptmandala
agroteknologiumw
bisnisdigitalumw
humaskampusumw
ilmupemerintahanumw
klinikkampusumw
perencanaanumw
saranaumw
teknikindustriumw
teknologipanganumw
pusatbahasaumw
doceumw
pblumw
ilmukelautanumw
karirmahasiswaumw
sisumw
informasibeasiswauumw
kampusumwkambu
kearsipanumw
kampusumwbaruga
sisteminformasiakadumw
kampusumwpoasia
ilmukomunikasiumw
giziubumw
agribisnismumw
tekniksipilmandalawaluya
teknikelektroumw
analiskesehatanmandalawaluya
laboratoriummandalawaluya
mabaumw
stafumw
beasiswamandala
kuliahumw
pelatihanmandala
pmbmandala
karirmandala
agendaumw
agroumw
akreditasiumw
alumnimandala
arsipumw
asetumw
asramaumw
auditumw
aulauwm
beritamandala
daftarmandala
dosenumw
e-journalmandala
edomumw
emailumw
fikesumw
himaumw
humasumw
infomandala
jurnalmandala
kabarmandala
kabarumw
kemahasiswaanmandala
kendariumw
kknumw
komunikasiumw
laboratoriumumw
legalumw
lmsumw
lpmumw
magangumw
mahasiswaumw
mapalaumw
mipaumw
mutuumw
perpusumw
ppgumw
pressumw
psikologiumw
pusatmandala
pusatumw
puskomumw
radioumw
rektoratumw
himaumw
sastraumw
sdmumw
sipegumw
sipilumw
sistermandala
ukmumw
uktumw
wismaumw
wisudaumw
yudisiumumw
bidanunimus
febunimus
fkmunimus
fkunimus
nersunimus
kampusmandala
lpsmumw
statistikumw